Telekonferensi Dengan Topik Islam di Eropa
Minggu, 16 Mei 2010 06:07:27 - oleh : admin
Seperti
yang sudah direncanakan T-Co ( baca : teleconference) pada hari Sabtu 15 Mei 2010
dengan topik „Islam di Eropa" dengan guru relawan Bpk. Farid Mustafa (
candidate doktor bisang filsafat , Univ Leipzig; Jerman) dengan SMA Muhammadiyah 2
Genteng Banyuwangi ( coordinator Bp Nunung Budi Prasetio) dan SMP N Kalasan Ýogyakarta (
coordinator Bp Robi Setiyawan) alhamdulillah terlaksana dengan lancar.

Te-Co di mulai dengan persiapan sekitar 30 menit dan kurang lebih pukul 6 CET (
Central European Time ; waktu Jerman) dan sekitar pukul 11.00 WIB dan berakhir
sekitar jam 9.00 CET, 13.00 WIB.

Secara
umum proses penyampaian materi berjalan lancar. Para siswa dan guru sangat
antusias dalam mendengarkan papara-paparan yang di sampaikan guru relawan, ada
sedikit kendala teknis dengan kwalitas suara, akan tetapi ini segera dapat di
atasi dengan pengaturan jarak microphone oleh si pembicara. Penjelasan Pak
Farid sangat menarik dan aktual mengenai bagaimana kondisi Islam di Eropa,
sejarah penyebaran Islam, perspektif Islam masa lampau, masa kini dan masa
mendatang. Bagaimana kondisi masyarakat eropa sendiri, pemerintahan,
lingkungan, dan pandangan masyarakat eropa terhadap Islam selama ini.

Yang
semakin menarik lagi, di dalam slide di tampilkan banyak foto-foto masjid di
Eropa, foto-foto kegiatan masyarakat Islam Indonesia untuk mempertahankan
akidah, memperluas cakrawala keilmuan, dan foto-foto berbagai acara
kajian dan silaturrahmi. Penjelasan tentang prediksi islam di Eropa , bahwa
Eropa akan menjadi Islam paling lambat akhir abad 21‘ (Bernard Lewis,
sejarawan), ‘Sebelum 2050, satu dari 5 orang Eropa adalah Muslim‘ (E.
Osnos, 12/12/04), ‘3-4 masyarakat Belanda dan Belgia Utara masuk Islam per
minggu‘. (Ton Crijnen, redaktur) menambah semangat para peserta Te-Co
dalam menyimak dan berdiskusi untuk selanjutnya.

Dalam
sesi tanya jawab dari pihak SMA Muha Genteng, yang salah satunya di wakili oleh
Bapak guru agama, Bpk Nur Ahmadi, menanyakan,
Ø Bagaimana perkembangaan umat Islam begitu
pesatnya di Eropa seperti yang di
cantumkan dalam majalah di Belgia, dan kenapa
tidak ada data muslim yang akurat
Ø
Mengapa di Inggris perkembangan masjid
sangat pesat di banding di Eropa
Ø Prediksi negara eropa mana yang paling
kondusif untuk perkembangan islam
Ø
Pelarangan pemakaian burqa (cadar)
dan seterusnya
Dan
dari Pihak SMP N Kalasan Jogja yang di wakili Bpk Robbi Setyawan, menanyakan
bagaimana pengaruh pernikahan muslim di Eropa sendiri dalam perkembangan
populasi umat Islam mendatang, dst. Pertanyaan-pertanyaan tersebut semakin
membuka cakrawala peserta Te-Co mengenai topik yang telah di sampaikan oleh guru
relawan. Pak Irvan Affandi dan Pak Imron di Dresden juga menambahkan beberapa
pengalamannya selama ini untuk melengkapi beberapa pertanyaan yang di lontarkan
para peserta.
Selain
dari pihak sekolah mengikut Te-Co, dari pihak moderador juga mengajukan
pertanyaan antara lain,
Ø
Bagaimana Kemungkinan integrasi antara
Islam, ajaran Islam dan ajaran / kebiasaan masyaraat Eropa sendiri
apabila di bandingkan dengan integrasi Islam dengan ajaran Jawa pada masa
lampau
Ø
Motivasi memeluk Islam bagi warga Eropa
Ø
Sistem pendidikan ( baik pendidikan secara
umum dan pendidikan agama) bagi anak di eropa dst.
Semua
pertanyaan-pertanyaan di jawab dengan luwes dan mengena oleh guru relawan di
sertai cerita-cerita dan pengalaman hidup yang selama ini di alami menambah
semakin menarik. Kepiawaian Bpk Farid Mustafa dalam menjelaskan semua materi
yang ada yang sesekali diselingi cerita dan humor membuat diskusi semakin
hidup. Ada beberapa nilai yang bisa kita petik manfaatnya dalam materi Te-Co
tentang " Islam di Eropa" kali ini, antara lain :
dari
sisi eksternal, Mengambil Nilai positif masyarakat barat seperti berpikir terbuka,
rasional, mandiri, disiplin, tepat waktu, relatif jujur, sportif/mendukung, dan
patuh aturan dan dari pihak internal menambah Iman dan syukur dan semakin cinta
Indonesia.
Tidak
terasa Te-Co telah berlangsung selama 3 jam, dan akhirnya di akhiri dengan
ucapan salam dan hamdalah bersama. Semoga memberikan manfaat bagi semua dan
menambah cakrawala keilmuan dan menambah motivasi belajar bagi adik-adik
kita semua dan motivasi mengajar bagi bapak ibu guru.

Nggak kebagian tempat duduk tidak apa-apa yang penting ilmunya bisa diserap
Salam
maju pendidikan Indonesia
(
tim 1000guru jerman; Irvan, Imron, Witri , noeng bp (editor) )
Berita "Berita Terkini" Lainnya
Seperti yang sudah direncanakan T-Co ( baca : teleconference) pada hari Sabtu 15 Mei 2010 dengan topik „Islam di Eropa" dengan guru relawan Bpk. Farid Mustafa ( candidate doktor bisang filsafat , Univ Leipzig; Jerman) dengan SMA Muhammadiyah 2 Genteng Banyuwangi ( coordinator Bp Nunung Budi Prasetio) dan SMP N Kalasan Ýogyakarta ( coordinator Bp Robi Setiyawan) alhamdulillah terlaksana dengan lancar.

Te-Co di mulai dengan persiapan sekitar 30 menit dan kurang lebih pukul 6 CET ( Central European Time ; waktu Jerman) dan sekitar pukul 11.00 WIB dan berakhir sekitar jam 9.00 CET, 13.00 WIB.

Secara umum proses penyampaian materi berjalan lancar. Para siswa dan guru sangat antusias dalam mendengarkan papara-paparan yang di sampaikan guru relawan, ada sedikit kendala teknis dengan kwalitas suara, akan tetapi ini segera dapat di atasi dengan pengaturan jarak microphone oleh si pembicara. Penjelasan Pak Farid sangat menarik dan aktual mengenai bagaimana kondisi Islam di Eropa, sejarah penyebaran Islam, perspektif Islam masa lampau, masa kini dan masa mendatang. Bagaimana kondisi masyarakat eropa sendiri, pemerintahan, lingkungan, dan pandangan masyarakat eropa terhadap Islam selama ini.

Yang semakin menarik lagi, di dalam slide di tampilkan banyak foto-foto masjid di Eropa, foto-foto kegiatan masyarakat Islam Indonesia untuk mempertahankan akidah, memperluas cakrawala keilmuan, dan foto-foto berbagai acara kajian dan silaturrahmi. Penjelasan tentang prediksi islam di Eropa , bahwa Eropa akan menjadi Islam paling lambat akhir abad 21‘ (Bernard Lewis, sejarawan), ‘Sebelum 2050, satu dari 5 orang Eropa adalah Muslim‘ (E. Osnos, 12/12/04), ‘3-4 masyarakat Belanda dan Belgia Utara masuk Islam per minggu‘. (Ton Crijnen, redaktur) menambah semangat para peserta Te-Co dalam menyimak dan berdiskusi untuk selanjutnya.

Dalam sesi tanya jawab dari pihak SMA Muha Genteng, yang salah satunya di wakili oleh Bapak guru agama, Bpk Nur Ahmadi, menanyakan,
Ø Bagaimana perkembangaan umat Islam begitu pesatnya di Eropa seperti yang di
cantumkan dalam majalah di Belgia, dan kenapa tidak ada data muslim yang akurat
Ø Mengapa di Inggris perkembangan masjid sangat pesat di banding di Eropa
Ø Prediksi negara eropa mana yang paling kondusif untuk perkembangan islam
Ø Pelarangan pemakaian burqa (cadar) dan seterusnya
Dan dari Pihak SMP N Kalasan Jogja yang di wakili Bpk Robbi Setyawan, menanyakan bagaimana pengaruh pernikahan muslim di Eropa sendiri dalam perkembangan populasi umat Islam mendatang, dst. Pertanyaan-pertanyaan tersebut semakin membuka cakrawala peserta Te-Co mengenai topik yang telah di sampaikan oleh guru relawan. Pak Irvan Affandi dan Pak Imron di Dresden juga menambahkan beberapa pengalamannya selama ini untuk melengkapi beberapa pertanyaan yang di lontarkan para peserta.
Selain dari pihak sekolah mengikut Te-Co, dari pihak moderador juga mengajukan pertanyaan antara lain,
Ø Bagaimana Kemungkinan integrasi antara Islam, ajaran Islam dan ajaran / kebiasaan masyaraat Eropa sendiri apabila di bandingkan dengan integrasi Islam dengan ajaran Jawa pada masa lampau
Ø Motivasi memeluk Islam bagi warga Eropa
Ø Sistem pendidikan ( baik pendidikan secara umum dan pendidikan agama) bagi anak di eropa dst.
Semua pertanyaan-pertanyaan di jawab dengan luwes dan mengena oleh guru relawan di sertai cerita-cerita dan pengalaman hidup yang selama ini di alami menambah semakin menarik. Kepiawaian Bpk Farid Mustafa dalam menjelaskan semua materi yang ada yang sesekali diselingi cerita dan humor membuat diskusi semakin hidup. Ada beberapa nilai yang bisa kita petik manfaatnya dalam materi Te-Co tentang " Islam di Eropa" kali ini, antara lain :
dari sisi eksternal, Mengambil Nilai positif masyarakat barat seperti berpikir terbuka, rasional, mandiri, disiplin, tepat waktu, relatif jujur, sportif/mendukung, dan patuh aturan dan dari pihak internal menambah Iman dan syukur dan semakin cinta Indonesia.
Tidak terasa Te-Co telah berlangsung selama 3 jam, dan akhirnya di akhiri dengan ucapan salam dan hamdalah bersama. Semoga memberikan manfaat bagi semua dan menambah cakrawala keilmuan dan menambah motivasi belajar bagi adik-adik kita semua dan motivasi mengajar bagi bapak ibu guru.

Nggak kebagian tempat duduk tidak apa-apa yang penting ilmunya bisa diserap
Salam maju pendidikan Indonesia
( tim 1000guru jerman; Irvan, Imron, Witri , noeng bp (editor) )

Home
Kontak Kami
Link Web
